• header
  • header
  • header
  • SMK Terput 3
  • Nasyid
  • XII AKUNTANSI
  • XII AP
  • XII TKJ

Selamat Datang di Website SMK TERATAI PUTIH GLOBAL 3 BEKASI | "MENERIMA PENDAFTARAN SISWA BARU DAN PINDAHAN TAHUN PELAJARAN 2017/2018"

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMK TERATAI PUTIH GLOBAL 3 BEKASI

NPSN : 20252546

Jl.BKKBN Ciketing Mustika Jaya, Kota Bekasi


smkterputtiga@ymail.com

TLP : 02182609331


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 28340
Pengunjung : 4850
Hari ini : 8
Hits hari ini : 57
Member Online : 0
IP : 54.167.44.32
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Ibu Guru Laskar Pelangi Terima Satyalencana Pendidikan




Banyak Guru-guru Lain yang Bisa Ditiru.

"Hari yang bersejarah untuk saya," Begitu komentar Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid (55), atau akrab disapa Bu Musmilah saat berbincang-bincang dengan Persda Network, di Jakarta, Selasa (2/12).

Pernyataan itu dilontarkan Bu Muslimah sehubungan penghargaan Satyalencana Pendidikan yang baru saja diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada acara puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke-63 PGRI, di Stadion Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Senayan pada pagi harinya. Selain Bu Muslimah, penghargaan serupa juga diberikan kepada ratusan guru lainnya.

Terkait tokoh yang diceritakan dalam film dan novel laris Laskar Pelangi, karya Andrea Hirata, itu, SBY berpesan agar para guru meniru mental dan kreasi Bu Mulismah. Guru yang saat ini mengajar di SDN Gantong, Belitung, itu juga dianggap sebagai inspirator bagi Andrea Hirata. "Jadilah bapak-bapak dan ibu-ibu menjadi Ibu Muslimah yang lain dengan banyak inisiatif, bermental baja untuk memberi semangat kepada murid-muridnya," kata SBY saat memberikan sambutan.
Mendengar pernyataan tersebut, Muslimah mengaku bangga sekaligus kaget. Ia bangga karena menerima penghargaan satyalencana dan kaget mendengar pesan SBY.

"Banyak guru-guru lain yang bisa ditiru. Saya mohon maaf kepada guru-guru yang lain. Kalau memang ada yang bisa ditiru dan dicontoh, ya silakan saja. Saya tidak mengharapkan hal-hal yang berlebihan," ujar Muslimah.

Muslimah mengatakan ia tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan penghargaan Satyalencana Pendidikan. Penganugerahan itu pun diketahuinya sekitar dua minggu lalu lewat sebuah surat dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Dalam surat tersebut, Muslimah terlebih dahulu diminta mengirimkan sejumlah data.

Ke depan, Muslimah mengaku akan berbuat lebih baik untuk dunia pendidikan tanah air, khususnya di tempat ia mengajar. Guru yang sebelumnya mengajar di SD Muhammadiyah Belitung itu juga mengajak seluruh guru di Indonesia melakukan hal yang sama. "Mari kita berjuang semaksimal mungkin dengan hati," imbuhnya. (Persda Network/mun/ade)

Sumber : http://tribunjabar.co.id



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas